Sudah sejak awal diniatkan untuk memperluas lahan panti Permata Hati. Sederhana saja, dengan rumah pak Samuel yang berukuran 120 meter, tidak tingkat, jelas daya tampung sangat terbatas. Kamar untuk remaja putri diisi 10 orang dengan 5 tempat tidur tingkat. jadi kalau ada yang perlu ditampung jelas sangat sulit.
Awalnya ditawarkan lahan persis diseberang jalas, saat itu berupa kandang sapi. jadi 2 hal tercapai, bau sapi hilang..jadi lebih sehat, kedua lahan itu posisinya ideal. luasnya hanya 50 meter..tapi saat itu belum ada dana sama sekali.
Pihak GKI Pondok Indah mendapat informasi ini dan menganggarkan 15 juta untuk pembelian lahan ini. Tetapi sudah terjual..plus ada lahan lain yang lebih luas, lebih bagus. Luasnya 200 meter persegi, kira2 hanya 100 meter jaraknya dari panti permata hati, jadi mudah untuk mengoperasikan dua lokasi ini..harga yg ditawarkan 20 juta, kata pak Samuel, tetapi suratnya hanya surat garap. karena tanah milik Irigasi. Tetapi lokasi sekitar sudah banyak perumahan penduduk..plus diseberang jalan, sudah banyak tanah bersertifikat. Jadi simpulannya ini layak diambil. Ketika tawaran dijawab ternyata tanah sudah laku. Batal sudah..Ditawarkan lokasi lain..150 meter bersertifikat, harga 350 ribu, atau 52,5 juta. 100 meter bersertifikat harga 350 ribu atau 35 juta.
Belajar dari lalu lintas informasi sebelumnya aku call pak Samuel ,minta agar disambungkan langsung dengan broker (Pak RW setempat) atau kalau bisa pemilik langsung saja, supaya urusan lebih jelas. Pak Samuel kasih kabar kalau tanah tadi ternyata dijual kembali tetapi kondisi sudah berubah. Luas jadi 300 meter karena digabung dengan tanah pak RW disebelahnya..dan sudah dipondasi keliling. Ditawarkan kembali dengan harga 40 Juta. Kita tinjau lagi, seperti apa itu pondasi dan kasih penawaran 30 juta saja. Dana dari GKI 15 juta plus dari Yayasan Integrasi 15 Juta..
Aku call pak RW minta konfirmasi harga pasnya berapa..beliau bilang 33 juta plus 1 juta biaya urus surat perpindahan hak garap ke kelurahan. aku call pemilik tanah 150 meter soal harga benar..surat tanah..tidak tau ..karena sedang diurus pak RW. Call pak RW, status tanah sertifikat sudah jadi untuk yang 150 meter, harga confirmed. Yang 100 meter ternyata lokasi tidak ada akses jalan karena di belakang tanah 150 meter..surat nya garapan juga..tidak sertifikat. Ok deh, pilihan 150 meter, anggaran terlalu jauh melesetnya…pilihan 100 meter, tidak feasible. pilihan 300 meter tunggu tawaran berikut dari pak RW..
tunggu seminggu tidak ada kabar, aku call pak RW..beritanya singkat saja, sudah terjual…he..he..he…kok jadi simpang siur dan tidak keruan ya informasi dan putusannya. Batal deh yg 300 meter..batal juga yg 100 meter…gagal yg 150 meter.
Tumpukan kayu bekas bangunan sudah siap dimobilisasi plus pagar besi..idenya, diatas tanah tadi dibangun 2 lantai sederhana..lantai dasar untuk pendopo..buat perpustakaan, ketrampilan, bermain, belajar bersama dll..lantai atas untuk kamar tidur..setidaknya 10 kamar..jadi anak2 bisa layak kondisi tempat tidurnya. Belum tau juga dari mana dana serta berapa yagn diperlukan..tetapi niatnya biar saja nanti bertumbuh. Dengan kondisi ini ya niat serta rencana tadi disimpan lagi ….nanti dilaporkan ke GKI Pondok Indah-Bintaro kalau tahun ini realisasi pengadaan lahan gagal.